Libur (tidak) selalu menyenangkan

Seperti kata pepatah "Di belakang semester genap, pasti ada libur panjang yang mengikutinya..", entahlah pepatah siapa itu..

Siapa sih yang gak pengen libur panjang? gak ada! Kebanyakan dari  kita itu suka yang panjang panjang. Tolong jangan mikir kemana mana!
Semua mahasiswa pasti senang saat libur panjang tiba, tapi ada beberapa hari di libur panjang tersebut yang kadang ngebuat mahasiswa sedih, yaitu hari di mana pengumuman nilai ujian. Gak semua mahasiswa sih sedih, cuma beberapa aja, atau mungkin cuma aku aja yang sedih..
Di kampusku sendiri ketika ujian telah berakhir, temen temen pasti senengnya bukan main. Ada yang loncat dari lantai 2 untuk ngerayain rasa bahagia, sebagian lagi ada yang loncat dari lantai 3 karena gak mau kalah. Malah ada yang numpang roket NASA biar bisa loncat dari luar angkasa.
Tapi begitulah cara mereka mengekspresikan rasa bahagia, bebas dari Tugas, Ujian dan segala hal yang kadang hampir bikin stres di kampus itu rasanya seperti ketika kalian mendam perasaan ke seseorang, tiba tiba orang tersebut malah jadian sama temen dekat kalian sendiri. Nah loh senengnya dimana yah? Bahagia itu random teman..

Untuk libur panjang kali ini aku gak terlalu senang, iya aku sedih prematur. Sedihnya datang duluan bahkan sebelum pengumuman nilai ujian keluar.
Jadi begini, sebagai mahasiswa yang haus ilmu. Aku memutuskan untuk mengikuti SP (Semester Pendek) untuk mengisi liburan panjang kali ini. Kebayang kan, di saat yang lain lagi senang senang. Aku malah harus berurusan dengan satu mata kuliah.
Gak banyak temen temen dari kelasku yang ngambil SP ini. Mungkin benar, kebanyakan dari kita suka yang panjang panjang. Itulah kenapa hanya sedikit temen temenku yang ngambil Semester PENDEK.

Di Semester Pendek ini aku ngambil mata kuliah Sosiologi. Satu kelas itu isinya lebih dari 25 mahasiswa dari berbagai jurusan, ada yang dari Pulo Gadung ada juga yang jurusan Lempake.
Karena banyaknya mahasiswa dari berbagai jurusan yang tidak saling mengenal, maka jadilah kelas itu super hening. Gak ada yang ngobrol, gak ada yang sibuk ngerapiin rambut, gak ada yang main drum ketika dosen ngejelasin, pokoknya hening. Bahkan suara semut kentut pun kedengaran. Maka sangat di sarankan ketika di kelas super hening tersebut jangan kentut, takutnya dosen mengira tragedi bom atom Nagasaki terulang kembali.

Hari Senin dan Kamis di tentukan sebagai hari perkuliahan semester pendek yang aku ambil, dua hari aja sih dalam seminggu. Perkuliahan di mulai dari jam 9 pagi sampai jam 12 siang. Waduh! ini artinya aku harus duduk diem dalam kelas yang super hening selama 3 jam! Apalagi perkuliahan ini juga akan terus jalan di hari hari puasa yang akan jatuh dalam beberapa hari ke depan. Suara semut kentut aja kedengaran, gimana coba caranya minum aqua tanpa kedengaran di kelas T_T

Tapi biar bagaimanapun juga aku berusaha menikmati perkuliahan semester pendek ini. Setidaknya bisa mengurangi beban mata kuliah yang belum di ambil pada semester Ganjil sebelumnya. Cieee...
Gak usah cieee cieee, namanya juga menulis. Pasti paragraph terakhir isinya harus lebih positif di bandingkan kata kata di paragraph sebelumnya. Karena.. karena... karena apa yah? (ini cuma trik supaya tulisannya keliatan panjang). Ya karena begitulah, tolong dibantu yah ini saya bingung gimana cara mengakhiri postingan ini. Tolong yah tolong..
Ya sudahlah begini saja...





  1. ending sejuta umat kah ? hha

  1. apurie Says:

    biar ga hening bawa pacar ke kelas ajah #eh

Leave a Reply

Send me
your sounds

Daftar Isi

About Me

Foto saya
Samarinda, East Borneo, Indonesia
Semua yang terjadi kadang tidak cukup jika hanya di sampaikan melalui kata kata yang keluar dari mulut saja. Di blog ini, jari jariku yang akhirnya berbicara...

counter

Website counter

Pengikut